Ratusan Sopir Dump Truk Gelar Aksi di DPRD Ponorogo, Tuntut Tambang Dibuka

www.PetaniNusantara.com.ǁJawaTimur,15 Januari 2026-Ratusan sopir dump truk gelar aksi di Gedung DPRD Ponorogo, Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim, Kamis (15/1/2025).

Ratusan sopir juga membawa dump truk terlihat terparkir di Alun-alun Ponorogo.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa sejumlah banner bertuliskan “Aksi Damai Paguyuban Reog Damai Sopir Dump Truk Ponorogo”

“Kami Siap Taati Aturan, Kami Siap Mematuhi Undang-undang. Tapi beri kami solusi untuk masa depan anak-anak kami”

Dampak Penutupan Tambang

“Kami rakyat kecil meminta keadikan buka kembali tambang yang sudah memberi kami makan”

“Iki lek tambang ora ndang dibuka, aku karo cah-cah budal golek batu giok. Kaisar naga karo gingseng 1000 tahun lo pak (Ini kalau tambang tidak segera dibuka, saya sama teman-teman berangkat cari batu giok. Kaisar sama gingsenh 1000 tahun lo pak”

#orasisopirpengenkerjo #anakbojoluwesingbujangbingung

Tuntutan Sopir

Tuntutan sopir dump truk adalah  agar aktivitas tambang galian C yang telah berhenti sekitar satu bulan terakhir segera dibuka kembali.

“Pengennya segera buka tambang biar kami bisa kerja,” ungkap Hadi Riyanto, sopir dump truk yang turut demo.

Dia menjelaskan penutupan tambang berdampak langsung pada penghasilan para sopir truk yang selama ini menggantungkan hidup dari angkutan pasir dan batu.

“Sejak saya jadi sopir truk tahun 2011, baru kali ini semua tambang ditutup total. Heran juga sih,” kata wargq Kecamatan Ngebel ini.

Aksi Damai di DPRD Ponorogo

Menurutnya, dia biasa mengambil muatan dari Kecamatan Ngebel. Karena tambang tutup, dia terpaksa jadi sopir panggilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari

“Tapi kalau sopir panggilan kan gak pasti. Biasanya dapatlah Rp 150 ribu per hari. Ini ndak ada, terpaksa berhutang juga,” tegasnya.

Koordinator aksi, Nur Karis mengatakan penutupan tambang itu, berdampak langsung pada penghidupan para sopir.

“Sudah sekitar satu bulan ini kami tidak bekerja. Tambang tutup, otomatis kami juga berhenti narik. Dampaknya ke dapur,” tambahnya.

Aksi yang berlangsung sekitar setengah jam itu diwarnai orasi bergantian. Usai menyampaikan tuntutan, 10 perwakilan sopir kemudian diterima masuk ke Gedung DPRD Ponorogo untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Perwakilan diterima di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ponorogo, perwakilan sopir dump truk disambut Pimpinan  DPRD Ponorogo lengkap. Juga terlihat dari komisi C.

Hadir pula perwakilan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol Pp).