www.PetaniNusantara.com.ǁJawaTimur,23 November 2025-Guru SD dan SMP di Surabaya masih minim.
Meski rekrutmen ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) terus berjalan, kebutuhan guru belum sepenuhnya terpenuhi.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Tri Endang Kustianingsih.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir, sebelumnya menyebut bahwa kebutuhan guru SMP di Surabaya mencapai 800 orang, sementara sisanya adalah kekurangan guru jenjang SD.
Tri Endang membenarkan bahwa kekurangan tersebut memang nyata dan dipicu oleh tingginya jumlah guru yang pensiun setiap tahun.
“Betul (data DPRD Kota Surabaya), karena dalam satu tahun ada 360 guru yang pensiun,” ujarnya.
Menurut Tri Endang, Dindik Surabaya setiap tahun sebenarnya mengajukan 1.500 formasi guru ASN kepada Pemerintah Kota Surabaya.
“Kami mengajukan 1.500, tapi yang turun hanya 250 guru. Tahun ini prioritas untuk menghabiskan guru GTT dulu menjadi ASN,” jelasnya.
Beban Mengajar Guru
Ia menegaskan bahwa angka 1.500 tersebut merupakan akumulasi kebutuhan guru yang pensiun atau meninggal dalam empat tahun terakhir.
Kekurangan ini juga muncul karena beberapa formasi tidak memiliki pelamar, terutama dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan.
“Ini akumulasi yang pensiun sampai tahun depan. Ada juga formasi yang tidak ada pelamarnya, seperti guru agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen, guru kelas, dan guru pendidikan khusus,” kata Tri Endang.
Meski demikian, ia menyebut kondisi pembelajaran di sekolah saat ini masih dapat tertangani. Namun, idealnya beban mengajar guru tidak setinggi sekarang.
“Saat ini bisa diatasi. Namun untuk idealnya, minimal guru mengajar 24 jam. Sekarang ada yang sampai 40 jam, itu maksimal,” paparnya.
Kualitas Pendidikan Tetap Ideal
Ia menambahkan, tahun depan apabila pemerintah membuka rekrutmen ASN P3K atau CPNS, formasi tersebut akan sepenuhnya diperuntukkan bagi guru baru, bukan lagi untuk guru tidak tetap (GTT).
“Tahun depan murni untuk guru baru. GTT sudah habis tahun ini,” tegasnya.
Meski beban kerja guru meningkat, Dindik memastikan proses pembelajaran tetap berjalan. Namun tambahan tenaga pendidik tetap sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas pendidikan di Surabaya tetap ideal.
