Jombang Melesat ke 8 Besar Lumbung Padi Jatim: Produksi Beras Surplus 108 Ribu Ton Berkat Mekanisasi

www.PetaniNusantara.com.ǁJawaTimur,7 Januari 2026-Kabupaten Jombang menegaskan perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur.

Sepanjang tahun 2025, daerah ini mencatat lonjakan produksi padi yang mengantarkannya ke peringkat delapan besar penghasil padi terbanyak se-Jawa Timur.

Capaian tersebut tak lepas dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, salah satunya melalui distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam skala besar.

Lonjakan Produksi & Surplus Beras Dua Kali Lipat

Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD Provinsi Jawa Timur, serta APBD Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Muchammad Rony, menyampaikan bahwa peningkatan peringkat ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah menjaga keberlanjutan Jombang sebagai lumbung padi.

Menurutnya, dukungan sarana modern telah mendorong efisiensi kerja petani sekaligus mendongkrak produktivitas.

“Distribusi alsintan tahun 2025 dilakukan secara masif dan hasilnya langsung terasa. Jombang kini naik satu peringkat menjadi penghasil padi ke-8 di Jawa Timur. Sementara untuk komoditas tebu, produktivitas kita masih bertahan di posisi lima besar,” ucap pada Rabu (7/1/2026).

Ia merinci, sepanjang 2025 petani Jombang menerima berbagai jenis alsintan modern, mulai dari 51 unit pompa air, 194 hand sprayer, 34 traktor roda dua, 40 traktor roda empat, hingga teknologi pertanian berbasis digital seperti 14 unit drone sprayer. Selain itu, bantuan juga mencakup 9 unit rice transplanter, serta 12 unit rotavator untuk pengolahan lahan.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Jombang juga berhasil merealisasikan sejumlah program strategis pemerintah pusat dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional.

“Program Luas Tambah Tanam (LTT) misalnya, mampu melampaui target dengan capaian tanam padi seluas 86.701 hektare dari target 81.251 hektare,” katanya.

Program Optimasi Lahan (OPLAH) turut dilaksanakan di area seluas 3.311 hektare. Sementara itu, Program Brigade Pangan yang menyasar petani milenial telah membentuk 17 unit kelembagaan usaha tani sesuai target.

“Untuk sektor perkebunan, Program Bongkar Ratoon Tebu juga terealisasi di lahan seluas 3.315 hektare,” ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Jombang pada 2025 mencapai 257.942 ton, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 197.646 ton.

Dengan kebutuhan konsumsi beras masyarakat sekitar 149.237 ton, Jombang diperkirakan mengalami surplus beras sebesar 108.705 ton. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding surplus 2024 yang tercatat 49.342 ton.

“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Jombang terus bergerak maju. Peningkatan produksi tidak hanya berdampak pada peringkat daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan,” ujar Rony.

Tak berhenti pada dukungan sarana dan program produksi, Pemkab Jombang juga mendorong penguatan ekonomi petani melalui inisiatif ‘1 Dusun 1 Wirausaha Baru’. Program ini meliputi pengembangan budidaya nilam, penangkaran benih, serta penerapan budidaya tanaman sehat guna memperbaiki kesuburan tanah dan menekan biaya produksi.

Kemitraan dengan sektor swasta pun diperluas melalui skema “Bapak Asuh”. Salah satunya dengan CV AFCO, yang berperan dalam penyerapan gabah petani sekaligus mendukung pengembangan pertanian organik di Kabupaten Jombang.

Upaya tersebut juga dibuktikan di awal tahun ini, dimana pemerintah daerah melakukan langkah konkret dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat kepada kelompok tani, Senin (5/1/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dan dilakukan langsung oleh Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati KH Salmanudin Yazid. Bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian RI.

Sejumlah kelompok tani menerima alsintan sesuai kebutuhan wilayahnya. Traktor roda empat tipe Ishoku ISTR 504 diserahkan kepada Gapoktan Mojokrapak, Poktan Dunglempuk, serta Gapoktan Tampingmojo di Kecamatan Tembelang. Sementara Gapoktan Manunggal Kecamatan Ngusikan memperoleh traktor roda dua jenis Quick G1000.

Bupati Warsubi menegaskan bahwa percepatan mekanisasi pertanian menjadi keniscayaan di tengah berkurangnya tenaga kerja pertanian. Penggunaan alsintan dinilai mampu memangkas waktu kerja sekaligus meningkatkan efektivitas usaha tani.

“Dengan alat ini, proses olah tanah hingga tanam bisa lebih cepat dan seragam. Dampaknya tidak hanya pada produktivitas, tetapi juga efisiensi biaya dan waktu,” ujar Warsubi dalam keterangan yang diterima.

Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut dikelola secara profesional dan terbuka melalui kelembagaan kelompok tani maupun Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA). Menurutnya, pengelolaan kolektif menjadi kunci agar manfaat bantuan dapat dirasakan secara luas oleh petani.

“Ini adalah aset bersama. Gunakan dengan penuh tanggung jawab dan jangan sampai disalahgunakan,” pesannya.