www.PetaniNusantara.com.ǁJawaTimur,24 Desember 2025-Andi Sunardi (46), ditemukan tewas di dalam sumur belakang rumahnya di Dusun Belung, Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban diduga terjatuh ke dalam sumur saat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.
Polsek Plosoklaten menerima laporan kejadian sekira pukul 12.00 WIB dari perangkat desa setempat.
Korban diketahui bernama Andi Sunardi (46), seorang buruh tani yang berdomisili di Dusun Belung, desa setempat.
Saat ditemukan, korban berada di dalam sumur dengan posisi kepala masuk ke dalam air, sementara kedua kaki mengapung di permukaan air.
Kapolsek Plosoklaten, AKP Dwi Widodo menjelaskan, penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh keponakannya, Sumiran yang hendak menimba air di sumur.
Saat melihat ke dalam sumur, saksi mendapati tubuh korban sudah tidak bergerak.
“Saksi melihat ada seseorang di dalam sumur dengan posisi kepala di dalam air. Setelah dikenali dari sandal yang dipakai, ternyata itu adalah pamannya sendiri,” jelas AKP Dwi Widodo saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).
Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memberi tahu warga sekitar dan melaporkan ke Kepala Dusun Belung, sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Plosoklaten.
Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Kediri dan tenaga medis dari Puskesmas Brenggolo segera mendatangi lokasi kejadian.
Olah TKP
Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, petugas menemukan luka robek di bagian kepala korban.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, luka tersebut tidak menjadi penyebab utama kematian dan diduga akibat benturan saat korban terjatuh ke dalam sumur.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal akibat tenggelam setelah terjatuh ke dalam sumur,” bebernya.
Dwi menambahkan, sumur tempat korban ditemukan memiliki kedalaman sekitar lima meter dengan kedalaman air kurang lebih dua meter.
Sumur tersebut dalam kondisi terbuka dan biasa digunakan oleh korban serta keluarganya untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.
Bahkan, sebelumnya korban pernah mengalami kejadian serupa, terjatuh ke dalam sumur dan sungai saat penyakitnya kambuh, namun masih sempat diselamatkan warga.
“Atas kejadian ini, pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga telah membuat surat pernyataan yang diketahui oleh kepala desa,” pungkas AKP Dwi Widodo.
