www.PetaniNusantara.com.ǁJawaTimur,29 Agustus 2025- Kapal Motor atau KM Bintang Sukses Mandiri 8 asal Pekalongan, Jawa Tengah terdampar di Pantai Niyama Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (29/8/2025) pagi.
Kapal pencari ikan ini kandas dan terombang-ambing, sementara 26 anak buah kapal (ABK) dan kapten kapal terjebak di atas kapal.
Lokasi kandasnya kapal di mulut Sungai Niyama, saluran pembuangan dari Bendungan Niyama.
Jaraknya sekitar 100 meter dari daratan, namun para ABK tidak bisa ke darat karena terus dihantam ombak besar.
Tim SAR dari Basarnas, BPBD dan Damkar serta potensi SAR mengevakuasi mereka dengan tambang.
Kapten Kapal, Waludin (47), mengatakan kapal labuh di teluk Popoh untuk perbaikan pada Kamis (28/8/2025) kemarin.
Seluruh ABK berada di atas kapal saat perahu terbawa arus laut, pada pukul 05.00 WIB.
“Tahu-tahu kapal sudah terbawa ombak, kemungkinan daun jangkar ada yang rusak,” ungkap laki-laki asal Pekalongan Jawa Tengah ini.
Waludin sudah berupaya menghidupkan mesin kapal, namun mesin gagal menyala
Kapal terus terbawa ombak ke arah Pantai Niyama dan terdampar sekitar pukul 05.30 WIB.
Ombak terus menghantam badan kapal hingga lambung bagian kiri pecah.
“Begitu lambung pecah, air langsung masuk ke ruang mesin. Kapal sudah rusak,” ujarnya.
Secara teknis, kapal penangkap ikan ini tenggelam, namun kandas di pantai.
Para ABK menggigil kedinginan karena terendam air yang masuk ke kapal.
Proses evakuasi baru bisa dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB.
“Alhamdulillah selamat semua,” ucapnya sambil menahan dingin di pantai.
Kapal Bintang Sukses Mandiri 8 berangkat dari Pelabuhan Muara Baru Jakarta pada 20 Maret 2025.
Saat ini kapal masih di posisi kandasnya.
Waludin mengaku akan berusaha menyelamatkan jaring ikan yang ada di atas kapal.
Kandasnya kapal Bintang Sukses Mandiri 8 adalah kejadian kedua di Pantai Niyama Tulungagung.
Pada 7 Juli 2023 pagi, kapal pencari ikan Jaya Utama 12 terdampar di Pantai Niyama.
Lokasi kandasnya kedua kapal ini berdekatan, hanya sekitar 50 meter.
Saat itu 1 dari 13 ABK meninggal dunia saat proses evakuasi.
Segala cara sudah dilakukan untuk menyelamatkan bangkai kapal, namun gagal.
Bangkai kapal akhirnya ditinggalkan hingga hancur dengan sendirinya.