www.PetaniNusantara.com.ǁJawaTimur,12 Januari 2026-Sepekan berlalu, Satreskrim Polres Ponorogo belum menyimpulkan apakah kelalaian atau unsur pidana dalam insiden kebakaran Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum (RSUD) dr Harjono Ponorogo.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) dan Inafis Polda Jawa Timur untuk memastikan penyebab kebakaran yang terjadi di RSUD dr Harjono Ponorogo.
“Kami masih menunggu hasil dari penyelidikan Inafis dan Labfor Polda Jatim, kebakaran itu, merupakan tindak pidana atau memang kelalaian,” ungkap Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, Senin (12/1/2026).
Proses Penyeldikan
Dia menjelaskan bahwa pekan lalu atau selang sehari dari kebakaran Inafis Polda Jatim melakukan olah TKP, Senin (5/1/2026). Kemudian Selasa (6/1/2026) juga ke lokasi.
“Memang benar dalam minggu kemarin, inafis dan Labfor Polda sudah lakukan olah tkp di lokasi kebakaran di RSUD dr Harjono,” katanya.
Ketika ditanya, apa saja yang dibawa? Mantan Kasatreskrim Polres Mojokerto tidak berani mendetail satu per satu apa saja yang dibawa Inafis maupun Labfor Polda Jatim.
“Barang bukti yang dibawa ranahnya mereka, saya tidak berani menyebutkan satu per satu. Serpihan kebakaran sama sisa abu, tapi nunggu hasil dari penyelidikan inafis dan Labfor,” urainya.
Menurutnya, hasil dari penyelidikan inafis dan Labfor Polda Jatim untuk menentukan kejadian kebakaran Gedung Farmasi rumah sakit plat merah itu.
“Apakah merupakan tindak pidana atau memang kelalaian,” papar jebolan Jatanras Polda Jatim saat ditemui di Mapolres Ponorogo.
Pemeriksaan Saksi
Untuk saksi, dia mengaku saat ini dilakukan pemeriksaan belasan saksi. Kurang lebih ada 12 orang yang diperiksa. Seluruhnya dari internal RSUD dr Harjono Ponorogo.
Pantauan Tribunjatim Network di ruang Satreskrim Polres Ponorogo, Senin (12/1/2026) terlihat Plt Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo Made Jaren.
“Sampai saat ini ada 12 orang dari pihak rumah sakit, mengetahui kejadian dan tugas-tugasnya sebagai pengaman objek rumah sakit,” pungkasnya.
Satreskrim Polres Ponorogo bersama tim Inafis Polda Jawa Timur dan Labfor Polda Jatim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gudang farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo, Senin (5/1/2026) siang.
Gudang Farmasi RSUD dr Harjono yang sebelumnya dilanda kebakaran, Minggu (5/1/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Terlihat, tim Inafis Polda Jatim dan Satreskrim Polres Ponorogo melakukan olah tkp dimulai dari sisi barat gudang farmasi itu. Selain itu menyisir ke belakang. Pun ke dalam gudang farmasi lantai satu hingga ke lantai dua.
Total, ada 30 titik yang disisir oleh Satreskrim Polres Ponorogo dan Inafis Polda Jatim. “Ya memang hari ini kita melakukan olah TKP, inafis dan labfor Polda Jatim,” ungkap Kasatreskrim Polres Ponorogo, Imam Mujali, Senin siang.
Olah tkp dilakukan oleh Satreskrim Polres Ponorogo dan Polda Jatim guna menguak penyebab kebakaran gudang farmasi.
Kebakaran melanda gudang farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo, Minggu (4/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi di kompleks rumah sakit yang berada di Jalan Ponorogo–Pacitan, Kelurahan Paju, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Gudang farmasi yang terbakar diketahui berada di bagian belakang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Harjono.
Pantauan Tribunjatim Network pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman. Sejumlah armada dikerahkan, terdiri dari 4 mobil pemadam kebakaran serta dua unit mobil tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo guna membantu suplai air.
Petugas Pemadam Kebakaran (damkar) berhasil menaklukkan kebakaran yang melanda gudang farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo setelah berjibaku selama sekitar 3 jam lebih, Sabtu (4/1/2026) malam.
Dalam proses pemadaman, petugas terpaksa menjebol pintu dan sejumlah akses bangunan lainnya guna menjangkau titik api dan mencegah kobaran meluas ke area rumah sakit.
Petugas dari pukul 16.15 wib sampai 19.30 wib bekerja keras untuk memadamkan api. Mulai dari memadamkan api hingga harus menjebol pintu agar bisa masuk.
