Damkar Trenggalek Tangani 530 Kasus Non-Kebakaran Termasuk Diantaranya Persoalan Rumah Tangga

www.PetaniNusantara.com.ǁJawaTimur,29 November 2025-Damkar Trenggalek sudah biasa menangani berbagai kasus yang bukan kebakaran laporan warga.

Bagi banyak orang, petugas pemadam kebakaran (Damkar) identik dengan kebakaran.

Namun bagi petugas pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, api hanyalah satu dari sekian banyak ancaman yang harus mereka hadapi.

Ada banyak laporan lain yang justru melenceng dari target utama kebakaran.

Catatan pihak Damkar Trenggalek, ada sebanyak 530 laporan penanganan non-kebakaran.

Warna-warni laporan tahun 2025

Mulai dari ular piton sepanjang empat meter, sarang tawon vespa, cincin yang tersangkut di jari, hingga warga yang curhat masalah rumah tangga, semua pernah mereka tangani.

Sepanjang awal 2025 hingga akhir November, Damkar Trenggalek menerima lebih dari 530 laporan penanganan non-kebakaran, mayoritas berupa evakuasi ular dan pemusnahan sarang tawon vespa.

“Yang paling banyak itu evakuasi ular masuk rumah dan sarang tawon vespa. Dua itu hampir setiap hari ada laporan masuk,” kata Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek Burhanudin di kantornya, Jumat (28/11/2025).

Ular piton jadi “pelanggan tetap”

Di antara berbagai hewan liar, ular piton atau sanca kembang adalah yang paling sering dievakuasi. Hewan melata itu kerap masuk ke permukiman warga, terutama yang memelihara ayam atau bebek.

“Ular-ular itu biasanya makan ternak warga. Paling sering laporannya malam hari, di lokasi gelap, itu sangat krusial untuk kami,” terang Burhanudin.

Jika ukuran piton mencapai empat meter, petugas harus menambah personel.

“Minimal empat orang untuk evakuasi. Satu pegang kepala, yang lain badan dan ekor. Lilitan piton itu sangat kuat, satu orang pasti kewalahan,” terang Burhannudin.

Setelah dievakuasi, ular tak langsung dilepas.

Petugas membawanya ke kantor Damkar untuk observasi dan perawatan ringan selama sekitar satu minggu baru kemudian ular dilepas ke hutan yang jauh dari permukiman.

Tantangan king cobra dan tawon vespa

Evakuasi ular berbisa tinggi seperti king cobra menuntut tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi. Damkar bahkan bekerja sama dengan relawan dari komunitas reptil dalam.proses evakuasi.

“Kalau king cobra, keselamatan petugas nomor satu. Kami pakai peralatan khusus, dan personelnya harus lebih banyak,” jelas Burhanudin.

Adapun untuk tawon vespa, petugas bekerja pada malam hari ketika tawon berada di sarang.

“Kami pakai baju anti-sengat, seperti hazmat. Malam hari lebih aman karena tawon kumpul di sarangnya, meski tantangannya pencahayaan minim,” ujar Burhannudin.

Dari melepas cincin hingga menolong ibu hamil

Tak hanya soal hewan, laporan yang masuk ke Damkar Trenggalek juga mencakup pelepasan cincin yang tersangkut di jari. Mulai dari cincin ring burung peliharaan, cincin warga, hingga cincin milik ibu hamil yang akan menjalani operasi.

“Ibu hamil itu jarinya bengkak, cincinnya tidak bisa dilepas. Rumah sakit hubungi kami. Kami gunakan mini gerinda untuk memotong cincin,” tutur Burhanudin.

Setiap tindakan pelepasan cincin dilakukan dengan surat pernyataan agar tidak ada tuntutan bila cincin rusak.

“Atas izin pelapor, kami potong cincinnya dan berhasil,” kata Burhannudin.

Selain itu, petugas Damkar juga sering menerima laporan-laporan unik. Mulai dari warga terkunci di toilet karena kunci patah, hingga siswa SMP yang datang dengan jari tersangkut di gagang sapu.

“Pihak sekolah takut melukai jari anak itu, akhirnya mereka bawa ke kantor Damkar,” cerita Burhanudin.

Pintu macet, rolling door tidak bisa dibuka, hingga pintu mobil dengan kunci tertinggal didalamnya juga kerap jadi alasan warga meminta bantuan.

“Kami punya nomor aduan 24 jam. Kadang yang masuk bukan evakuasi, tapi warga yang curhat masalah keluarga dan emosinya. Walaupun bukan tugas utama, tetap kami layani sebisa mungkin,” terang Burhannudin.

Anak-anak iseng telepon Damkar

Lewat program Damkar Goes to School, petugas memberikan edukasi dan sosialisasi nomor darurat. Namun ada efek sampingnya.

“Setelah tahu nomor Damkar, ada anak-anak yang iseng. Ada yang minta dikerjakan PR, ada yang telepon tapi setelah diangkat malah dimatikan,” kata Burhanudin sambil tertawa kecil.

Bahkan pernah ada laporan sepeda motor jatuh ke jurang yang ternyata benar-benar terjadi, hingga HP jatuh ke saluran air dan petugas harus turun ke dalam got untuk mengambilnya.

Damkar juga menolong hewan peliharaan. Banyak kucing terjebak di atas plafon atau atap rumah. Ada pula anjing lepas yang masuk permukiman, lalu dievakuasi dan akhirnya diadopsi dokter hewan.

“Penghuni kos takut, tokeknya banyak. Kami datang, evakuasi, dan pindahkan tokek ke tempat lain,” ungkap Burhanudin.

Peralatan minim, personel 61 orang

Meski menangani ratusan kasus, Damkar Trenggalek masih memiliki keterbatasan alat.

“Peralatan rescue kami masih kurang sekali. Tali rescue, tandu, bahkan perahu karet kami belum punya, padahal sering menangani banjir,” ucap Burhanudin.

Untuk beberapa operasi, mereka harus berkoordinasi dengan pihak Basarnas Pos SAR Trenggalek dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek.

Saat ini, Damkar Trenggalek memiliki 61 personel yang terbagi dalam berbagai struktur.

Selain ratusan kasus non kebakaran, ada 41 laporan kebakaran sepanjang 2025.

“Rata-rata terjadi di dapur rumah warga, sebagian besar karena kelalaian. Skalanya sedang,” kata Burhanudin.

Dengan berbagai tugas yang diemban, Damkar Trenggalek terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga dalam berbagai situasi darurat lainnya.