Agustus Banjir Pesanan, Perajin Kostum Karnaval di Kota Blitar Raup Omzet Ratusan Juta

www.PetaniNuasantara.com.ǁJawaTimur,13 Agustus  2025- Perajin kostum karnaval, Agus Anggoro Triono atau lebih dikenal dengan Salim (35), kebanjiran pesanan di momen HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Dari hasil menyewakan kostum karnaval, Salim bisa mendapat omzet ratusan juta di bulan Agustus ini.

“Kalau omzet di bulan Agustus ini saja bisa tembus tiga digit (ratusan juta),” kata Salim ditemui di galeri dan tempat produksi kostum karnaval miliknya di Jl Jati, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Rabu (13/8/2025).

Galeri milik Salim penuh dengan bermacam kostum karnaval koleksinya. Kostum karnaval mulai jenis gala-gala sampai baju adat tertata rapi mulai ruangan depan sampai belakang.

Hampir semua ruangan penuh dengan tumpukan kostum karnaval.

“Ruangan bagian belakang digunakan untuk produksi. Saya memproduksi sendiri kostum karnaval baik yang model gala-gala maupun baju adat. Saya punya 12 pekerja tetap,” ujarnya.

Salim mulai menekuni usaha kerajinan dan persewaan kostum karnaval sejak 2015. Awalnya, ia membuat kostum untuk dipakai sendiri saat ada karnaval.

Ternyata, kostum karnaval buatannya banyak peminat, terutama di kalangan teman-temannya.

Beberapa temannya memesan kostum ke Salim untuk kegiatan karnaval.

“Sebenarnya basic saya suka teater dan penjahit. Pada 2010, saya mulai buat kostum karnaval, tapi dipakai sendiri. Ternyata ada yang minat dan pesan ke saya. Pada 2015, saya mulai menekuni usaha membuat kostum karnaval,” katanya.

Kostum karnaval buatan Salim mulai banyak dikenal masyarakat. Apalagi, pada 2017, ketika booming karnaval dengan model gala-gala, pesanan kostum karnaval di tempat Salim sempat meledak.

Tapi, ketika terjadi pandemi Covid-19 pada 2020, usaha kerajinan dan persewaan kostum karnaval milik Salim sempat berhenti karena ada pembatasan kegiatan masyarakat.

“Satu tahun di awal pandemi, usaha saya sempat berhenti, karena tidak ada event karnaval. Saya sempat buat usaha dekorasi pengantin,” ujarnya.

Setelah pandemi mereda, Salim kembali membuka usaha kerajinan dan persewaan kostum karnaval.

Usahanya justru berkembang tidak hanya kostum karnaval, tapi juga rias dan dekorasi pengantin.

Pelanggannya juga ikut berkembang tidak hanya dalam kota, tapi juga dari luar kota mulai Malang, Pasuruan, Surabaya, Yogyakarta, dan Madura.

Seperti pada momen HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini, Salim kebanjiran pesanan kostum karnaval.

Saat ini, ia sudah menutup pemesanan kostum karnaval untuk kegiatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Agustus memang bulan yang ditunggu perajin kostum karnaval. Banyak sekali pesanan. Hari ini, saya sudah menutup pesanan kostum karnaval untuk bulan Agustus,” katanya.

Dikatakannya, dalam sebulan ini, khusus momen Agustusan, pesanan kostum karnaval di tempatnya bisa mencapai 10.000 kostum.

Puncaknya, pada 23 Agustus 2025, ia melayani pesanan sekitar 1.000 kostum karnaval dari wilayah Malang Selatan, Pasuruan, dan Madura.

“Paling banyak pesanan kostum karnaval baju adat. Pesanan yang tanggal 23 Agustus 2025 itu terdiri kostum besar 60 kostum, kostum ratu 20 kostum, dan baju adat ada 900 kostum,” ujarnya.

Harga sewa kostum paling murah di tempat Salim, yaitu, Rp 50.000 per orang per event untuk  kostum pasukan kebaya joged dan untuk kostum gala karnival Rp 1,5 juta per event.

Tapi, kata Salim, pesanan kostum karnaval pada Agustus tahun ini menurun jika dibandingkan pada Agustus tahun lalu.

Menurutnya, pesanan kostum karnaval menurun karena terdampak kebijakan pembatasan penggunaan sound system di acara karnaval pada tahun ini.

“Dampak kebijakan itu banyak daerah yang batal menggelar karnaval, otomatis pesanan kostum juga dicancel. Selain itu, juga ada pengurangan acara di lokal karena ada efisiensi anggaran. Dan sekarang, juga banyak pesaing, tahun ini banyak perajin kostum karnaval,” katanya.