www.petaninusantara.com.ǁJawaTimur,23 Juli 2025- 200 guru dan kepala SD se-Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, ikuti program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (22/7/2025).
Seharian penuh, para guru dan kepala SD yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus 01-04 Kecamatan Tulangan itu, mendapatkan materi deep learning atau pembelajaran mendalam.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Tirto Adi, Pemkab Sidoarjo sangat mendukung kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru SD di Kabupaten Sidoarjo.
“Implementasi deep learning merupakan salah satu dari 12 program strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI,” kata Tirto.
Saat ini peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru juga menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Oleh karenanya, deep learning atau pembelajaran mendalam menjadi salah satu pembelajaran yang diberikan kepada guru maupun kepala sekolah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Prinsip dari deep learning itu adalah pembelajaran harus memberian makna, pembelajaran itu harus memberikan kesan mendalam, setelah anak-anak belajar dari bapak ibu itu ada bekas, itulah yang disebut meaningful learning,” ujarnya.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dikatakannya, mutu dan kualitas tenaga pendidik di Kabupaten Sidoarjo harus terus meningkat.
Oleh karenanya, SDM guru harus terus ditingkatkan.
“SDM guru harus menjadi fokus bersama karena tantangan ke depan luar biasa,” ucapnya.
Dhamroni mengatakan, guru saat ini dihadapkan pada tantangan digitalisasi dalam pembelajaran.
Penggunaan AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan saat ini terus meningkat.
Di beberapa sekolah, bahkan sudah menerapkannya. Untuk itu guru harus dapat mengikutinya.